Terbenam mentari mengakhiri hari
Senja muncul bersama sepi
Malam mengundang bintang menemani
Begitulah hukum alam ketentuan Ilahi
Bulan dan bintang sering mengiringi
Keindahan alam semula jadi
Mengsyahdukan sang perindu nan sepi
Terasyik menghayati bisikan hati
Bisikan hati rahsia diri
Tersimpan kemas usah dicemari
Terlafas, terjemah musnah lah diri
Menanggung siksa menyesal lah nanti
Terkadang hati berbelah bagi
Antara gembira dan jua benci
Antara cinta dan mencintai
Antara kasih dan mengasihani
Gundah gulana sesekali mencuri
Menyelinap masuk dilubuk hati
Bergetar hati mengancam diri
Diturutkan perasaan musnahlah diri
Kehadirannya sering membahagiakan hati
Walau terhalang tetap dinikmati
Biarpun resah tetap digagahi
Menghayati kurniaan anugerah Ilahi
Hari demi hari berlalu pergi
Menyimpulkan kenangan tersemat dihati
Berbisik didalam menikmatinya sendiri
Berbicara dengan bahasa tersendiri
Hati...ohh...Hati!!!!
Terkadang sukar untuk dimengerti
Adakalanya gembira adakalanya sepi
Sayu dan sedih juga menemani
Semuanya perasaan ingin menguasai
Sukarnya kau untuk dimengerti
Sukarnya kau untuk teguh berdiri
Mengekalkan pendirian tak mudah dinodai
Dari ancaman yang bertubi-tubi
Oh Tuhan!!
Ku mohon pada mu Ilahi
Kau teguhkan hati ku ini
Mampu bersabar seumpama bumi
Lembut seperti air dikali
Seteguh gunung gagah berdiri
++++Nukilan Rasa: Kasih Di Hujung Nyawa++++
No comments:
Post a Comment