Senja nan merah membenamkan tabirnya
Sekawanan Camar beriringan pulang kesarang
Sebagai tandanya malam menjelang
Si Pujangga merenung dari kejauhan
Menjenguk pintu hati mu yg dirundung malang
Ingin ku bawa mu terbang berdua-duaan
Bebas dari belenggu kedukaan
Menikmati sisa-sisa kehidupan dalam kegembiraan
Agar kau bisa tersenyum berpanjangan
Sayang ku!
Kemerduan suara mu membuat ku kelemasan
Bisikkan manja mu aku tertawan
Terlena aku dalam kehangatan dakapan
Membuaikan mimpi yang mengasyikkan
Yang tak mampu ku lupakan
Bertanya aku pada Tuhan
Mengapakah kasih mu selalu disia-siakan
Oleh mereka yg tiada ingin memahamkan
Bertapa hebatnya kasih yg mampu kau curahkan
Namun begitu...
Janganlah kau risaukan
Aku kan sentiasa menghiburkan
Pabila kau dalam kesepian
Disetiap detik yang kau memerlukan
Kan ku abdikan diri ku untuk menghiburkan
Agar kau terlepas dari belenggu kesedihan
Selagi adanya Rindu
Selagi itulah hati kita kan bersatu
Menuju ke Mahligai syahdu
Disitu lah tempat kita kan beradu
Yang tak bisa kita diganggu
Oleh mereka yang sentiasa cemburu
Antara Kau dan Aku.....
++++Nukilan Rasa: Kasih Dihujung Nyawa++++
No comments:
Post a Comment